Kamis, 03 Mei 2012

TUGAS PKTI 2B

1.  LAPISAN-LAPISAN PADA SISTEM UNIX
UNIX  akan  diuraikan  menjadi  beberapa   lapisan.
Lapisan-lapisan tersebut digambarkan sebagai berikut:


 
                    +---------------------------+
                    |         s h e l l <----------- Bourne Shell
                    |    ...................    |    C shell
          awk  --------------> Utilitas    .    |    Korn Shell
          grep      |    . +-------------+ .    |
          make      |    . |    Kernel   | .    |
          cp        |    . | +---------+ | .    |
          ...       |    . | |   h/w <-------------- Komputer
                    |    . | | sistem  | | .    |    Printer
                    |    . | +---------+ | .    |    Disk
                    |    . +-------------+ .    |    Tape
                    |    ...................    |    ...
                    |                           |
                    +---------------------------+
 
                        Gambar 1.2 Sistem UNIX
 
 
 
a.  Sistem Hardware
Lapisan  yang  paling  dalam  adalah  komputer   dan piranti  pendukungnya, seperti disk,  tape,  printer  dan  lain-lain.  Ini semua disebut  perangkat  keras  sistem.

     b. Kernel
 Di   seputar  perangkat  keras   tersebut   terdapat  sejumlah   program  yang    menangani    secara   detail  seperti  sumber daya komputer, mengorganisir  sistem  file,  mengurus  disk dan tape.  Pengoperasian  yang dilakukannya  sangat  detil  sehingga  tidak   perlu  diketahui  oleh  pemakai. Lapisan  ini  kita   sebut  kernel. Kernel merupakan otak dari otak dari  sistem  operasi.

c.  Utilitas
Kernel  menyediakan  lapis  dukungan,  yaitu  berupa program utilitas. Utilitas berfungsi untuk melakukan akses  sistem bagi pemakai.  Utilitas-utilitas  yang agak  sederhana dapat dikombinasikan dengan  memakai  fasilitas pemipaan.
         
                 d. Shell

Lapis  terluar dari sistem UNIX adalah shell.  Shell merupakan penghubung antara pemakai dan sistem. Bila pemakai mengetikkan   sebuah   perintah,    shell menerjemahkan perintah tersebut dan mengatakan  kepada kernel apa yang harus dilakukan.  Sesungguhnya  shell merupakan bagian dari  utilitas.  Namun karena kerumitannya dan fungsinya yang sedikit unik,  maka shell cenderung dianggap  sebagai  lapis   terpisah.


1.  KEMAMPUAN SISTEM OPERASI UNIX

Kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh UNIX antara lain sebagai berikut:

Multiuser

Sistem  dapat  digunakan oleh lebih dari  satu  orang  pada  satu  saat. Tentunya untuk  melakukan  hal  ini  harus   digunakan  lebih  dari  satu  terminal   yang           dihubungkan.  Selanjutnya, kita dapat  memakai  file, program bahkan piranti-piranti yang terhubung  dengan   komputer secara bersama.

Multitasking

Sistem  dapat  melakukan beberapa tugas  atau  proses  pada  waktu yang bersamaan. Dengan demikian  sesorang  dapat memiliki satu proses yang sedang  berkomunikasi              langsung dengan terminal, tetapi juga memiliki proses lain dengan prioritas yang lebih rendah.

Sistem File

Organisasi  file  di  UNIX  memiliki  struktur  pohon (tree) yang terdiri dari file dan direktori. Struktur  tersebut  diawali oleh akar (root) sebagai awal  dari  seluruh  direktori  yang  ada.   Karakteristik   dari   sistem file UNIX antara lain:
               - konsisten dalam memproses data dan peralatan
               - pertumbuhan file dan direktori secara dinamis
               - dilengkapi dengan proteksi   

Shell

Shell  merupakan  antar muka  pemakai  dengan  sistem UNIX.   Shell   memiliki   kemampuan   menterjemahkan  perintah-perintah  untuk  dilaksanakan  oleh   kernel             UNIX. Disamping itu, shell memiliki kemampuan sebagai  bahasa pemrograman.

Utilitas-utilitas

UNIX  memiliki  lebih dari 200  utilitas  yang  dapat digunakan  untuk  mengelola   sistem.  UNIX  memiliki  sejumlah  utilitas  yang agak  sederhana  yang  dapat             dikombinasikan dengan memakai pipa dan filter.

Surat Elektronik

UNIX  dilengkapi  dengan fasilitas  untuk  pengiriman  surat antar pemakai di lingkungan sistem UNIX.

Konsep Perangkat Keras

Perangkat keras yang terhubung pada sistem UNIX  akan  dianggap  sebagai file biasa. UNIX  tidak  membedakan  antara perangkat keras dan file biasa. UNIX  mengenal             keyboard sebagai masukan standard dan  layar terminal  sebagai keluaran standard.

Komunikasi antar Proses

keluaran  dari suatu proses dapat  diproses  langsung  oleh proses lainnya

Jaringan

Pemakai  UNIX dapat berhubungan dengan  pemakai  lain  dalam   satu  komputer  (hubungan  antar   terminal).  Disamping  itu pemakai UNIX juga dapat  berkomunikasi             dengan pemakai lain pada komputer lainnya dalam  satu  jaringan  lokal atau LAN. Bahkan pemakai  UNIX  dapat    berhubungan  dengan pemakai lain pada  jaringan  lain             dalam lingkup jaringan luas atau WAN. Data ditransfer  dari PC ke UNIX, UNIX ke UNIX dan UNIX ke mesin  atau   komputer  lain  melalui:

            - kabel komunikasi langsung RS232 (serial comm)
            - ethernet
            - dial up modem, leased line, public  switched  data  
              network.

Keamanan

UNIX  menyediakan  fasilitas keamanan  untuk  pemakai  biasa,  pengembang sistem, dan  administrator  sistem  serta  jaringan  sistem. Proteksi  dilakukan  melalui             password  (login),  perijinan  file  dan   direktori,  enkripsi data, usia password otomatis, shell terbatas  dan identifikasi jaringan.

2.  OTORITAS MASING-MASING PEMAKAI SISTEM OPERASI UNIX/LINUX
Dilinux dan system operasi unix pengguna memiliki otoritas superuser dan root
·         Otoritas superuser
Kemampuan terbatas untuk mengakses dan memodifikasi setiap bagian dari sistem operasi, biasanya berhubungan dengan pengguna yang mengelola system


·         root
Suatu user yang mempunyai permisi untuk melakukan manipulasi file lebih banyak dan leluasa daripada user biasa.  


3.  CONTOH DAN PERINTAH DI UNIX
a.    CD  = Change Directory
CD(spasi)/Home
Untuk masuk ke folder home
b.    RM = Remove File
-          RM(spasi)File1
Untuk meremove file1

c.    RMDIR = Remove Directory
-          RMDIR(spasi)DIR1
Untuk meremove directory 1


d.    CP  =  Copy/Salin
-          CP(spasi)File1(spasi)File
File1 = File Awal
File2 = File tujuan di direktori sama

e.    MKDIR = Make Directory
-          MKDIR(spasi)Modul
Untuk membuat directory “modul”

4.  BUATLAH DIREKTORI MENGGUNAKAN PERINTAH UNIX/LINUX DENGAN SUSUNAN DIREKTORI SBB:

iduser@nama_server[lokasi directory]#
root@gunadarma[/]#
root@gunadarma[/home]#mkdir UNIVERSITAS
root@gunadarma[/home]#cd UNIVERSITAS
root@gunadarma[/home/UNIVERSITAS]#mkdir FILKOM
root@gunadarma[/home/UNIVERSITAS]#mkdir FE
root@gunadarma[/home/UNIVERSITAS]#mkdir FTI
root@gunadarma[/home/UNIVERSITAS]#cd FILKOM
root@gunadarma[/home/UNIVERSITAS/FILKOM]#mkdir SI
root@gunadarma[/home/UNIVERSITAS/FILKOM]#mkdir SK
root@gunadarma[/home/UNIVERSITAS/FILKOM]#cd..
root@gunadarma[/home/UNIVERSITAS]#cd FE
root@gunadarma[/home/UNIVERSITAS/FE]#mkdir AK
root@gunadarma[/home/UNIVERSITAS/FE]#mkdir MA
root@gunadarma[/home/UNIVERSITAS/FE]#cd.. 




Senin, 30 April 2012

PENGANGGURAN DAN INFLANSI


v  PENGANGGURAN
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

JENIS-JENIS PENGANGGURAN

 
                      Pengangguran sering diartikan sebagai angkatan kerja yang belum bekerja atau tidak bekerja secara optimal. Berdasarkan pengertian diatas, maka pengangguran dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu :

1.      Pengangguran Terselubung (Disguissed Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
2.      Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
3.      Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.
                 
             Macam-macam pengangguran berdasarkan penyebab terjadinya dikelompokkan menjadi beberapa  jenis, yaitu  :

a.      Pengangguran konjungtural (Cycle Unemployment) adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.
b.      Pengangguran struktural (Struktural Unemployment) adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang.
DAMPAK-DAMPAK PENGANGGURAN TERHADAP PEREKONOMIAN

           Untuk mengetahui dampak pengganguran terhadap per-ekonomian kita perlu mengelompokkan pengaruh pengganguran terhadap dua aspek ekonomi , yaitu:

a.      Dampak Pengangguran terhadap  Perekonomian suatu Negara
Tujuan  akhir pembangunan ekonomi suatu negara pada dasarnya adalah meningkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan dalam keadaan naik terus.
Jika tingkat pengangguran di suatu negara relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah dicita-citakan.
Hal ini terjadi karena pengganguran berdampak negatif terhadap kegiatan perekonomian, seperti yang dijelaskan di bawah ini:
§  Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya. Hal ini terjadi karena pengangguran bisa menyebabkan pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih rendah daripada pendapatan potensial (pendapatan yang seharusnya). Oleh karena itu, kemakmuran yang dicapai oleh masyarakat pun akan lebih rendah.
§  Pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari sector pajak berkurang. Hal ini terjadi karena pengangguran yang tinggi akan menyebabkan kegiatan perekonomian me-nurun  sehingga pendapatan masyarakat pun akan menurun. Dengan demikian, pajak yang harus dibayar dari masyarakat pun akan menurun. Jika penerimaan pajak menurun, dana untuk kegiatan ekonomi pemerintah juga akan berkurang sehingga kegiatan pembangunan pun akan terus menurun.


v  INFLANSI
inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya  secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.
Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun; inflasi sedang antara 10%—30% setahun; berat antara 30%—100% setahun; dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.
Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan (kelebihan likuiditas/uang/alat tukar) dan yang kedua adalah desakan(tekanan) produksi dan/atau distribusi (kurangnya produksi (product or service) dan/atau juga termasuk kurangnya distribusi). Untuk sebab pertama lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan moneter (Bank Sentral), sedangkan untuk sebab kedua lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan eksekutor yang dalam hal ini dipegang oleh Pemerintah (Government) seperti fiskal (perpajakan/pungutan/insentif/disinsentif), kebijakan pembangunan infrastruktur, regulasi, dll.


v  KETERKAITAN ANTARA PENGANGGURAN DAN IFLANSI

Di teori ekonomi makro, ada perdebatan klasik masalah inflasi dan pengangguran yang dikenal luas dengan Kurva Phillips (yang sebetulnya belum terbukti salah dan benar secara umum di semua ekonomi/negara),. Kurva tersebut menggambarkan adanya hubungan negatif antara laju inflasi dengan pengangguran: Laju inflasi tinggi, pengangguran rendah (dan output tinggi). Akan tetapi kebalikannya juga justru dapat terjadi yakni kenaikan harga-harga secara umum, yang dilihat dari laju inflasi akan menurunkan output (produksi nasional) dan dengan sendirinya meningkatkan
pengangguran. Hubungan inflasi, output dan pengangguran (tiga hal yang sangat sentral dalam kebijakan makroekonomi) sangat ditentukan oleh aggregat penawaran dan permintaan terhadap barang-barang dan jasa-jasa. Apabila aggregat permintaan meningkat, permintaan terhadap tenaga kerja akan meningkat (dengan sendirinya
pengangguran berkurang) dan produksi nasional juga meningkat (dengan sendirinya pertumbuhan ekonomi meningkat). Akan tetapi, sebaliknya kenaikan aggregat permintaan tersebut akan menaikkan harga-harga (meningkatkan laju inflasi). Ini yang dinamakan hubungan negatif inflasi dan pengangguran. Di tahun 50-an dan 60-an, hubungan negatif ini luas ditemukan di negeri maju seperti Inggris dan Amerika.
Bagaimana bila terjadi penurunan dalam aggregat penawaran terhadap barang-barang dan jasa-jasa? Penurunan penawaran dengan sendirinya berakibat pada “seolah” kenaikan dalam permintaan. Akibatnya harga-harga meningkat (inflasi meningkat).
Akan tetapi karena penawaran menurun ini berarti permintaan terhadap tenaga kerja juga menurun yang dengan sendirinya menurunkan produksi nasional. Akhirnya yang terjadi adalah inflasi tinggi dan pengangguran tinggi (dan pertumbuhan ekonomi
rendah). Ini yang luas terjadi di tahun 70-an ketika terjadi resesi ekonomi global.

 



Jumat, 27 April 2012

STRATEGI PERTUMBUHAN

PERKEMBANGAN EKONOMI INDONESIA
Krisis nilai tukar telah menurunkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Nilai tukar rupiah yang merosot tajam sejak bulan Juli 1997 menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam triwulan ketiga dan triwulan keempat menurun menjadi 2,45 persen dan 1,37 persen. Pada triwulan pertama dan triwulan kedua tahun 1997 tercatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8,46 persen dan 6,77 persen. Pada triwulan I tahun 1998 tercatat pertumbuhan negatif sebesar -6,21 persen.
Merosotnya pertumbuhan ekonomi tidak dapat dilepaskan dari masalah kondisi usaha sektor swasta yang makin melambat kinerjanya. Kelambatan ini terjadi antara lain karena sulitnya memperoleh bahan baku impor yang terkait dengan tidak diterimanya LC Indonesia dan beban pembayaran hutang luar negeri yang semakin membengkak sejalan dengan melemahnya rupiah serta semakin tingginya tingkat bunga bank. Kerusuhan yang melanda beberapa kota dalam bulan Mei 1998 diperkirakan akan semakin melambatkan kinerja swasta yang pada giliran selanjutnya menurunkan lebih lanjut pertumbuhan ekonomi, khususnya Sementara itu perkembangan ekspor pada bulan Maret 1998 menunjukkan pertumbuhan ekspor nonmigas yang menggembirakan yaitu sekitar 16 persen. Laju pertumbuhan ini dicapai berkat harga komoditi ekspor yang makin kompetitif dengan merosotnya nilai rupiah. Peningkatan ini turut menyebabkan surplus perdagangan melonjak menjadi 1,97 miliar dollar AS dibandingkan dengan 206,1 juta dollar AS pada bulan Maret tahun 1997. Impor yang menurun tajam merupakan faktor lain terciptanya surplus tersebut. Impor pada bulan Maret 1998 turun sebesar 38 persen sejalan dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi.pada triwulan kedua tahun 1998.

MACAM – MACAM STRATEGI PEMBANGUNAN INDONESIA
Dalam strategi pembangunan Indonesia yang baru diperlukan paradigma baru yang berupa pembangunan manusia Indonesia yang berwawasan. Dalam kependudukan dan lingkungannya dengan meningkatkan mutu kesehatan, pendidikan dan pembelajaran, dan pendapatan keluarga. Dengan meningkatkan mutu tersebut masyarakat Indonesia tidak akan berada dalam kondisi keterpurukan yang terparah.
Pembangunan ekonomi ditentukan oleh banyak faktor. Faktor tersebut diantaranya adalah kondisi fisik (Termasuk iklim), lokasi geografi, jumlah dan kualitas sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), kondisi awal ekonomi, sosial dan budaya, peran pemerintah, perkembangan teknologi, kondisi ekonomi dan politik dunia, serta keamanan global.
Pemanfaatan lahan kosong yang memiliki berbagai macam sumber daya alam yang berlimpah baik biotik (Makhluk hidup, contohnya hewan dan tumbuhan) maupun abiotik (Benda mati, contohnya barang-barang tambang) dengan strategi dan perencanaan yang baik akan menghasilkan potensi ekonomi yang baik pula.
Pertama yang dilakukan adalah membuka lahan kosong yang dipergunakan sebagai pemukiman untuk tempat tinggal penduduk. Dari pemukiman tersebut, penduduk akan berusaha membuat, mencari dan mengelola kebutuhan pangan sendiri. Kemudian mulai berkembang pemanfaatan sumber daya alam yang menyusul munculnya lahan pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan pertambangan.
Pemanfaatan sumber daya alam menjadi lahan pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan pertambangan akan menghasilkan suatu produk. Dari pertanian akan menghasilkan barang-barang contohnya padi atau beras, perkebunan akan menghasilkan buah-buahan atau sayur mayur, dari perikanan akan menghasilkan berbagai macam ikan, peternakan akan menghasilkan daging, dari pertambangan akan menghasilkan macam-macam logam seperti emas, perak, dan tembaga. Dengan hasil produk penduduk, maka terbentuklah pasar sebagai pusat perdagangan di kawasan tersebut. Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, dibangun sebuah pabrik untuk meningkatkan proses produksi dengan mengolah barang mentah menjadi barang setengah jadi. Disana akan terjadi penambahan nilai suatu barang (value added) yang akan meningkatkan produktifitas dan efesiensi.
Paparan diatas secara tidak langsung terjadi suatu roda perputaran ekonomi yang kecil. Perlu dibangun suatu pemerintahan untuk mengatur semua kegiatan tersebut. Kemudian dibangun perusahaan dan perindustrian yang merupakan inti dari suatu sistem ekonomi, selain itu juga untuk meningkatkan investasi baru dan penyerapan tenaga kerja. Namun suatu saat seiring berkembangnya penduduk, sumber daya alam akan habis sementara kebutuhan penduduk semakin meningkat yang akan mengakibatkan pencarian lahan baru sampai lahan kosong tersebut menjadi area industri yang maju.
Tetapi perlu diingat semakin berkembangnya teknologi, akan semakin sempit lahan yang dimiliki. Perlu di bangun suatu hutan lindung untuk para hewan dan tumbuhan untuk menjaga keseimbangan ekosistem agar tidak terjadi suatu bencana di kemudian hari.
Kesimpulan yang dapat kita ambil adalah dengan strategi pembangunan ekonomi melalui pemanfaatan Sumber daya alam yang baik, meskipun lahan kosong dimanfaatkan dengan cara yang berbeda-beda akan menghasilkan hasil yang baik pula.
strate­gi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan, khususnya dalam masalah ekonomi yang berlandaskan persepsi islam yang telah lama eksis namun belum sepenuhnya disadari dan diimplementasikan.

1.      STRATEGI PERTUMBUHAN
Dalam proses pembangunan dikenal adanya teori pertumbuhan, yang didalamnya terdapat 3 pola yaitu :

a.      Pertumbuhan berkeseimbangan
Pertumbuhan yang berkesinambungan, dimana ekonomi tumbuh dengan beberapa fase pertumbuhan yang pesat, namun pada tingkat yang menurun, dan akhirnya mengarah kepada stagnasi atau nyaris stagnan.


a.      Pertumbuhan Distorsi
Pertumbuhan yang terdistorsi diambil dengan resiko kerusakan sumber daya alam. Misalnya dengan menghargainya terlalu rendah. Kurangnya investasi dalam modal manusia, misalnya kurangnya perlindungan yang memadai terhadap tenaga kerja, dan subsidi untuk modal fisik, seperti pengecualian pajak.

b.      Pertumbuhan yang berkesinambungan dan seimbang
Pertumbuhan yang berkesinambungan melalui akumulasii asset yang tak terdistorsi atau seimbang, dengan dukungan public terhadap pengembangan  pendidikan primer dan skunder, perbaikan kesehatan public, perlindungan modal alam. Ini mencegah penurunan dalam pengembalian untuk asset privat (khususnya modal fisik ) dan menyediakan tingkat modal manusia yang minimum dan semakin besar yang diperlukan untuk menfasilitasi inovasi teknologis dan pertumbuhan produktivitas factor total.

           Faktor Utama Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi :
  1. Akumulasi modal, yang meliputi semua bentuk atau jenis investasi baru yang ditanamkan pada tanah, peralatan fisik, dan modal atau sumber daya manusia.
  2. Pertumbuhan penduduk dan angkatan kerja
  3. Kemajuan teknologi.
            AGEN PERTUMBUHAN
1.  Pengusaha
2.  Investor
3.  Penabung
4.  Inovator
Adapun inti dari konsep strategi yang pertama ini adalah :

• Strategi pembangunan ekonomi suatu negara akan terpusat pada upaya pembentukan   modal,   serta bagaimana menanamkannya secara seimbang, menyebar, terarah dan memusat, sehingga dapat menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi.

• Selanjutnya bahwa pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh golongan lemah melalui proses merambat ke bawah ( trickle – down – effect ) pendistribusian kembali.

• Jika terjadi ketimpangan atau ketidakmerataan hal tersebut merupakan syarat terciptanya pertumbuhan ekonomi.

• Kritik paling keras dari strategi yang pertama ini adalah bahwa pada kenyataan yang terjadi adalah ketimpangan yang semakin tajam.

b.      DISTRIBUSI DAN PERTUMBAHAN
Supaya pertumbuhan dapat memiliki dampak terhadap pengurangan kemiskinan, asset kaum miskin harus diperbesar. Ini dapat dicapai dengan melakukan investasi dalam asset baru, secara spesifik, modal manusia, atau dengan mendistribusikan kembali asset-asset baru dengan menelaah kualitas dan distribusi pedidikan dan sebab-sebab serta bersekuensi-konsekuensi dari, dan perbaikan untuk penyebaran yang besar dalam pencapaian prestasi pendidikan .

SUMBER :
(DIGITAL // BOOKS) TAHUN AJARAN ATA// TINGKAT 1 UNIVERSITAS GUNADARMA