Selasa, 09 Oktober 2012

KONSEP , ALIRAN , DAN SEAJARAH KOPERASI


1.     KONSEP KOPERASI

DEFINISI KONSEP KOPERASI

Konsep koperasi adalah suatu bentuk dan susunan dari koperasi itu sendiri. Secara umum, kita mengambil pengertian dari seseorang bernama Munkner dari University of Marburg, Jerman, koperasi dibedakan atas dua konsep: konsep koperasi barat dan konsep koperasi sosialis. Hal ini dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa pada dasarnya, perkembangan konsep-konsep yang ada berasal dari negara-negara barat dan negara-negara berpaham sosialis, sedangkan konsep yang berkembang di negara dunia ketiga merupakan perpaduan dari kedua konsep tersebut.
Konsep koperasi terbagi tiga yaitu:

1. Konsep Koperasi Barat
Koperasi adalah organisasi swasta, yang dibentuk sukarela oleh orang-orang yang mempunyai kesamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik anggota koperasi maupun perusahaan koperasi. Persamaan kepentingan tersebut berasal dari perorangan atau kelompok. Kepentingan bersama suatu kelompok keluarga atau kelompok kerabat dapat diarahkan untuk membentuk atau masuk menjadi anggota koperasi.
Secara negatif, koperasi dapat dikatakan sebagai “organisasi bagi egoisme kelompok”. Namun demikian, unsur egoistik ini diimbangi dengan unsur positif sebagai berikut:
Kepuasan keinginan individu dengan cara bekerjasama antar sesama anggota, dengan saling menguntungkan.
Tujuan individu yang sama dapat berpartisipasi untuk mendapatkan keuntungan dan menanggung risiko bersama.
Hasil berupa surplus/keuntungan didistribusikan kepada anggota sesuai dengan metode yang telah disepakati.
Keuntungan yang belum didistribusikan akan dimasukkan sebagai cadangan koperasi.

Dampak langsung koperasi terhadap anggotanya adalah:

 Promosi kegiatan ekonomi anggota.
Pengembangan usaha perusahaan koperasi dalam hal investasi, formasi permodalan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), pengembangan keahlian untuk bertindak sebagai wirausahawan, dan kerja sama antar koperasi secara horizontal dan vertikal.

Dampak tidak langsung koperasi terhadap anggota hanya dapat dicapai, bila dampak langsungnya sudah diraih. Dampak koperasi secara tidak langsung adalah sebagai berikut:

Pengembangan sosial ekonomi sejumlah produsen skala kecil maupun pelanggan.
Mengembangkan inovasi pada perusahaan skala kecil, misalnya inovasi teknik dan metode produksi.
Memberikan distribusi pendapatan yang lebih seimbang dengan pemberian harga yang wajar antara produsen dengan pelanggan, serta pemberian kesempatan yang sama pada koperasi dan perusahaan kecil.


2. Konsep koperasi sosialis
Yaitu koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.Menurut koperasi ini, koperasi tidak berdiri sendiri tetapi merupakan subsistem dari system sosialisme untuk mencapai tujuan-tujuan system sosialis komunis.

3. Konsep koperasi Negara berkembang
Yaitu koperasi sudah berkembang dengan ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembionaan dan pengembangannya.
Perbedaan dengan Konsep Sosialis :
Konsep Sosialis : tujuan koperasi untuk merasionalkan faktor produksi dari kepemilikan probadi ke pemilikan kolektif

Konsep Negara Berkembang : tujuan koperasi adalah meningkatkan kondisi sosial     ekonomi anggotanya.


2.     ALIRAN KOPERASI :

Aliran Yardstick : 
 Dijumpai pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut perekonomian   Liberal. Koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan dan mengoreksi.
Pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi ditengah-tengah masyarakat. Maju tidaknya koperasi terletak di tangan anggota koperasi sendiri.
Pengaruh aliran ini sangat kuat terutama dinegara-negara barat dimana industri berkembang dengan pesat seperti di AS,Perancis, Swedia,Denmark,Jerman,Belanda,dll.
     2. Aliran Sosialis :
Koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, disamping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi. Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di negara-negara Eropa Timur dan Rusia.
   



 3. Aliran Persemakmuran (Common wealth)
Koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomimasyarakat.
Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang peranan utama dalam struktur perekonomian masyarakat.
Hubungan Pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat "Kemitraan (partnership)", dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan baik.

3.     SEJARAH KOPERASI DI INDONESIA

Sejarah singkat gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme  semakin memuncak Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong   oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.
Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi). Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Maksud Patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model seperti di Jerman. Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen belanda . De Wolffvan Westerrode sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian. Selain pegawai negeri juga para petani perlu dibantu karena mereka makin menderita karena tekanan para pengijon Ia juga menganjurkan mengubah Bank tersebut menjadi koperasi. Di samping itu ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa yang menganjurkan para petani menyimpan pada pada musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik. Ia pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi. Tetapi Pemerintah Belanda pada waktu itu berpendirian lain. Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa tidak dijadikan Koperasi tetapi Pemerintah Belanda membentuk lumbung-lumbung desa baru, bank –bank Desa , rumah gadai dan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI). Semua itu adalah badan usaha Pemerntah dan dipimpin oleh orang-orang Pemerintah.
Pada zaman Belanda pembentuk koperasi belum dapat terlaksana karena:
1. Belum ada instansi pemerintah ataupun badan non pemerintah yang memberikan penerangan   dan penyuluhan tentang koperasi.
2. Belum ada Undang-Undang yang mengatur kehidupan koperasi.
3. Pemerintah jajahan sendiri masih ragu-ragu menganjurkan koperasi karena pertimbangan politik, khawatir koperasi itu akan digunakan oleh kaum politik untuk tujuan yang membahayakan pemerintah jajahan itu.
Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo memberikan peranan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Pada tahun 1915 dibuat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada tahun 1927 Regeling Inlandschhe Cooperatieve.
Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.
Namun, pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya. Pada tahun 1942 jepang  menduduki Indonesia. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat jepang  untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia. 


 
SUMBER :


Rabu, 20 Juni 2012

KETERKAITAN ANTARA SEO DAN AKUNTANSI

Nama  : Hardiyanti Safitri

Npm    : 23211221

Kelas   : 1EB05

Shift    : 4

Tutor   : Ahmad Fauzi


Search Engine telah berkembang menjadi sumber Internet paling populer dan kuat informasi, akuntansi untuk perkiraan 80% dari lalu lintas Internet . Akibatnya, pemilik website menyadari kekuatan besar devisa dan anggaran pemasaran bergeser ke dalam optimasi situs mereka secara khusus untuk mesin pencari. Selama bertahun-tahun anak dari optimasi mesin pencari (SEO), pengembang licik mengambil keuntungan dari algoritma mesin pencari yang lemah untuk menampilkan situs Web mereka dalam hasil atas, terlepas dari relevansi situs mereka. Namun, teknologi mesin pencari internet sebagai lebih maju muncul untuk memecahkan eksploitasi tersebut, metode SEO baru dikejar. Dengan pertumbuhan popularitas mesin pencari dan akurasi, dan dengan teknik yang baru muncul digunakan untuk menargetkan mesin tersebut, SEO telah menjadi industri yang kompetitif yang cepat sedang didominasi dalam pemanfaatannya oleh perusahaan besar-bisnis . Terlepas dari ukuran perusahaan dan status, bagaimanapun, perusahaan webmaster dengan pengetahuan dasar tentang HTML dan blogging dapat menetapkan peringkat mesin pencari untuk website yang ceruk pasar sasaran dengan efisiensi besar dengan menggunakan spesifik pada halaman dan teknik SEO off-page.
Sebagai Internet mendapatkan popularitas dan mulai muncul sebagai peluang bisnis bagi investor, mahasiswa mulai mendapatkan peluang pendanaan besar. Hal ini disebabkan booming di pendanaan terobosan perkembangan seperti indeks relevansi berbasis terjadi. Perusahaan seperti Altavista, Ask Jeeves, Lycos, Yahoo, dan Google pada gilirannya bertemu di lokasi mesin pencari, masing-masing membawa inovasi mereka sendiri baru ke meja.
Sepanjang sejauh penelitian saya, SEO telah ditemukan untuk menjadi salah satu strategi internet marketing paling efektif yang tersedia saat ini. Statistik menunjukkan bahwa besarnya terbesar pengguna online menemukan informasi dan barang dagangan melalui penggunaan mesin pencari. saluran SEO yang sebagian besar lalu lintas internet langsung ke solusi berharga, ide, atau produk dengan biaya terbaik dan efisiensi waktu. Dengan menggunakan on-halaman dan teknik off-page, seorang webmaster dengan pengetahuan dasar tentang HTML dan blogging dapat menyediakan sebuah website niche tertentu dengan hasil mesin pencari peringkat teratas masing-masing kata kunci pencarian niche. Kata kunci memainkan peran penting dalam usaha SEO dengan menyediakan dasar struktur dioptimalkan. Fokus kata kunci dari situs pra-dioptimalkan ditentukan melalui penelitian intensif dengan mengidentifikasi persaingan dan menganalisis frekuensi permintaan kata kunci menggunakan alat penelitian kata kunci tertentu. Setelah kata kunci ditentukan, struktur konten pada halaman dan coding adalah prioritas berikutnya, mengingat bangunan link off-page logis membutuhkan kualitas halaman untuk link ke terlebih dahulu. teknik Off-halaman akan menggunakan strategi link building untuk meluncurkan peringkat yang telah ditetapkan oleh kompetisi SEO pada halaman terakhir.

Produk yang dihasilkan sebagai hasil dari penelitian yang intens saya akan memungkinkan setiap petualangan amatir dengan HTML dasar dan keakraban blogging untuk mengejar SEO dengan keberhasilan yang relatif terjamin. produk saya, dalam bentuk website, memandu pengejar dengan instruksi sederhana dan ringkas. Situs ini membagi misi SEO antara on-page dan teknik off-halaman yang telah dijelaskan di bagian awal dari makalah ini. Alih-alih membahas teknik-teknik ini di non-berlaku umum Namun, website akan menunjukkan contoh-contoh khusus dari setiap praktek optimasi dengan fitur-fitur sendiri dioptimalkan.




 
SEBUAH PRIMER SEARCH ENGINE

  Search engine tidak menjadi populer dalam semalam. Bahkan, butuh setengah dekade untuk masyarakat umum untuk menangkap pada kekuatan mereka. Search engine telah menjadi bagian tenunan dari masyarakat hanya karena arsitektur brilian mereka, sistem dengan kerangka begitu rumit, namun begitu sederhana dalam pemanfaatan pengguna yang pemula bisa mengoperasikannya. Ringkas, mesin pencari modern adalah alat rumit diformulasikan untuk meminimalkan waktu penemuan informasi dengan meminimalkan penyimpangan dan ketepatan hasil memaksimalkan hasil berdasarkan ratusan faktor relatif. Fungsi dasar dari sebuah mesin pencari termasuk penemuan konten, indexing, query, dan peringkat (Fishkin, 2007, hal 4).

Penemuan Konten sering disebut sebagai "merangkak Web". Analogi dari "Web" merupakan konsep penting untuk memahami, karena analogi perusahaan sebagai backbone untuk memahami proses pencarian mesin penemuan dan terminologi yang terlibat. Internet secara umum disebut sebagai World Wide Web, atau hanya Web untuk jangka pendek, karena struktur internet yang paling menyerupai struktur web laba-laba . Masing-masing dari miliaran halaman konten yang terhubung bersama dalam beberapa cara atau lain untuk membuat jaringan incomprehensibly besar koneksi. Akibatnya, search engine memiliki program otomatis yang disebut mereka yang merayapi web ini "bot" atau "spider". Modern crawler mengunjungi situs diindeks secara teratur untuk melihat perubahan atau revisi. Situs biasanya diperbarui oleh crawler antara waktu satu atau dua bulan. Dalam estimasi, mesin pencari hanya merangkak sekitar setengah ha).
laman konten Web, akuntansi antara 8-10000000000 halaman.





Sumber :
Search Engine Optimization Guide for Webmaster
               Under Creative Commons License: Attribution

Kamis, 03 Mei 2012

TUGAS PKTI 2B

1.  LAPISAN-LAPISAN PADA SISTEM UNIX
UNIX  akan  diuraikan  menjadi  beberapa   lapisan.
Lapisan-lapisan tersebut digambarkan sebagai berikut:


 
                    +---------------------------+
                    |         s h e l l <----------- Bourne Shell
                    |    ...................    |    C shell
          awk  --------------> Utilitas    .    |    Korn Shell
          grep      |    . +-------------+ .    |
          make      |    . |    Kernel   | .    |
          cp        |    . | +---------+ | .    |
          ...       |    . | |   h/w <-------------- Komputer
                    |    . | | sistem  | | .    |    Printer
                    |    . | +---------+ | .    |    Disk
                    |    . +-------------+ .    |    Tape
                    |    ...................    |    ...
                    |                           |
                    +---------------------------+
 
                        Gambar 1.2 Sistem UNIX
 
 
 
a.  Sistem Hardware
Lapisan  yang  paling  dalam  adalah  komputer   dan piranti  pendukungnya, seperti disk,  tape,  printer  dan  lain-lain.  Ini semua disebut  perangkat  keras  sistem.

     b. Kernel
 Di   seputar  perangkat  keras   tersebut   terdapat  sejumlah   program  yang    menangani    secara   detail  seperti  sumber daya komputer, mengorganisir  sistem  file,  mengurus  disk dan tape.  Pengoperasian  yang dilakukannya  sangat  detil  sehingga  tidak   perlu  diketahui  oleh  pemakai. Lapisan  ini  kita   sebut  kernel. Kernel merupakan otak dari otak dari  sistem  operasi.

c.  Utilitas
Kernel  menyediakan  lapis  dukungan,  yaitu  berupa program utilitas. Utilitas berfungsi untuk melakukan akses  sistem bagi pemakai.  Utilitas-utilitas  yang agak  sederhana dapat dikombinasikan dengan  memakai  fasilitas pemipaan.
         
                 d. Shell

Lapis  terluar dari sistem UNIX adalah shell.  Shell merupakan penghubung antara pemakai dan sistem. Bila pemakai mengetikkan   sebuah   perintah,    shell menerjemahkan perintah tersebut dan mengatakan  kepada kernel apa yang harus dilakukan.  Sesungguhnya  shell merupakan bagian dari  utilitas.  Namun karena kerumitannya dan fungsinya yang sedikit unik,  maka shell cenderung dianggap  sebagai  lapis   terpisah.


1.  KEMAMPUAN SISTEM OPERASI UNIX

Kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh UNIX antara lain sebagai berikut:

Multiuser

Sistem  dapat  digunakan oleh lebih dari  satu  orang  pada  satu  saat. Tentunya untuk  melakukan  hal  ini  harus   digunakan  lebih  dari  satu  terminal   yang           dihubungkan.  Selanjutnya, kita dapat  memakai  file, program bahkan piranti-piranti yang terhubung  dengan   komputer secara bersama.

Multitasking

Sistem  dapat  melakukan beberapa tugas  atau  proses  pada  waktu yang bersamaan. Dengan demikian  sesorang  dapat memiliki satu proses yang sedang  berkomunikasi              langsung dengan terminal, tetapi juga memiliki proses lain dengan prioritas yang lebih rendah.

Sistem File

Organisasi  file  di  UNIX  memiliki  struktur  pohon (tree) yang terdiri dari file dan direktori. Struktur  tersebut  diawali oleh akar (root) sebagai awal  dari  seluruh  direktori  yang  ada.   Karakteristik   dari   sistem file UNIX antara lain:
               - konsisten dalam memproses data dan peralatan
               - pertumbuhan file dan direktori secara dinamis
               - dilengkapi dengan proteksi   

Shell

Shell  merupakan  antar muka  pemakai  dengan  sistem UNIX.   Shell   memiliki   kemampuan   menterjemahkan  perintah-perintah  untuk  dilaksanakan  oleh   kernel             UNIX. Disamping itu, shell memiliki kemampuan sebagai  bahasa pemrograman.

Utilitas-utilitas

UNIX  memiliki  lebih dari 200  utilitas  yang  dapat digunakan  untuk  mengelola   sistem.  UNIX  memiliki  sejumlah  utilitas  yang agak  sederhana  yang  dapat             dikombinasikan dengan memakai pipa dan filter.

Surat Elektronik

UNIX  dilengkapi  dengan fasilitas  untuk  pengiriman  surat antar pemakai di lingkungan sistem UNIX.

Konsep Perangkat Keras

Perangkat keras yang terhubung pada sistem UNIX  akan  dianggap  sebagai file biasa. UNIX  tidak  membedakan  antara perangkat keras dan file biasa. UNIX  mengenal             keyboard sebagai masukan standard dan  layar terminal  sebagai keluaran standard.

Komunikasi antar Proses

keluaran  dari suatu proses dapat  diproses  langsung  oleh proses lainnya

Jaringan

Pemakai  UNIX dapat berhubungan dengan  pemakai  lain  dalam   satu  komputer  (hubungan  antar   terminal).  Disamping  itu pemakai UNIX juga dapat  berkomunikasi             dengan pemakai lain pada komputer lainnya dalam  satu  jaringan  lokal atau LAN. Bahkan pemakai  UNIX  dapat    berhubungan  dengan pemakai lain pada  jaringan  lain             dalam lingkup jaringan luas atau WAN. Data ditransfer  dari PC ke UNIX, UNIX ke UNIX dan UNIX ke mesin  atau   komputer  lain  melalui:

            - kabel komunikasi langsung RS232 (serial comm)
            - ethernet
            - dial up modem, leased line, public  switched  data  
              network.

Keamanan

UNIX  menyediakan  fasilitas keamanan  untuk  pemakai  biasa,  pengembang sistem, dan  administrator  sistem  serta  jaringan  sistem. Proteksi  dilakukan  melalui             password  (login),  perijinan  file  dan   direktori,  enkripsi data, usia password otomatis, shell terbatas  dan identifikasi jaringan.

2.  OTORITAS MASING-MASING PEMAKAI SISTEM OPERASI UNIX/LINUX
Dilinux dan system operasi unix pengguna memiliki otoritas superuser dan root
·         Otoritas superuser
Kemampuan terbatas untuk mengakses dan memodifikasi setiap bagian dari sistem operasi, biasanya berhubungan dengan pengguna yang mengelola system


·         root
Suatu user yang mempunyai permisi untuk melakukan manipulasi file lebih banyak dan leluasa daripada user biasa.  


3.  CONTOH DAN PERINTAH DI UNIX
a.    CD  = Change Directory
CD(spasi)/Home
Untuk masuk ke folder home
b.    RM = Remove File
-          RM(spasi)File1
Untuk meremove file1

c.    RMDIR = Remove Directory
-          RMDIR(spasi)DIR1
Untuk meremove directory 1


d.    CP  =  Copy/Salin
-          CP(spasi)File1(spasi)File
File1 = File Awal
File2 = File tujuan di direktori sama

e.    MKDIR = Make Directory
-          MKDIR(spasi)Modul
Untuk membuat directory “modul”

4.  BUATLAH DIREKTORI MENGGUNAKAN PERINTAH UNIX/LINUX DENGAN SUSUNAN DIREKTORI SBB:

iduser@nama_server[lokasi directory]#
root@gunadarma[/]#
root@gunadarma[/home]#mkdir UNIVERSITAS
root@gunadarma[/home]#cd UNIVERSITAS
root@gunadarma[/home/UNIVERSITAS]#mkdir FILKOM
root@gunadarma[/home/UNIVERSITAS]#mkdir FE
root@gunadarma[/home/UNIVERSITAS]#mkdir FTI
root@gunadarma[/home/UNIVERSITAS]#cd FILKOM
root@gunadarma[/home/UNIVERSITAS/FILKOM]#mkdir SI
root@gunadarma[/home/UNIVERSITAS/FILKOM]#mkdir SK
root@gunadarma[/home/UNIVERSITAS/FILKOM]#cd..
root@gunadarma[/home/UNIVERSITAS]#cd FE
root@gunadarma[/home/UNIVERSITAS/FE]#mkdir AK
root@gunadarma[/home/UNIVERSITAS/FE]#mkdir MA
root@gunadarma[/home/UNIVERSITAS/FE]#cd.. 




Senin, 30 April 2012

PENGANGGURAN DAN INFLANSI


v  PENGANGGURAN
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

JENIS-JENIS PENGANGGURAN

 
                      Pengangguran sering diartikan sebagai angkatan kerja yang belum bekerja atau tidak bekerja secara optimal. Berdasarkan pengertian diatas, maka pengangguran dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu :

1.      Pengangguran Terselubung (Disguissed Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
2.      Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
3.      Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.
                 
             Macam-macam pengangguran berdasarkan penyebab terjadinya dikelompokkan menjadi beberapa  jenis, yaitu  :

a.      Pengangguran konjungtural (Cycle Unemployment) adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.
b.      Pengangguran struktural (Struktural Unemployment) adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang.
DAMPAK-DAMPAK PENGANGGURAN TERHADAP PEREKONOMIAN

           Untuk mengetahui dampak pengganguran terhadap per-ekonomian kita perlu mengelompokkan pengaruh pengganguran terhadap dua aspek ekonomi , yaitu:

a.      Dampak Pengangguran terhadap  Perekonomian suatu Negara
Tujuan  akhir pembangunan ekonomi suatu negara pada dasarnya adalah meningkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan dalam keadaan naik terus.
Jika tingkat pengangguran di suatu negara relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah dicita-citakan.
Hal ini terjadi karena pengganguran berdampak negatif terhadap kegiatan perekonomian, seperti yang dijelaskan di bawah ini:
§  Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya. Hal ini terjadi karena pengangguran bisa menyebabkan pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih rendah daripada pendapatan potensial (pendapatan yang seharusnya). Oleh karena itu, kemakmuran yang dicapai oleh masyarakat pun akan lebih rendah.
§  Pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari sector pajak berkurang. Hal ini terjadi karena pengangguran yang tinggi akan menyebabkan kegiatan perekonomian me-nurun  sehingga pendapatan masyarakat pun akan menurun. Dengan demikian, pajak yang harus dibayar dari masyarakat pun akan menurun. Jika penerimaan pajak menurun, dana untuk kegiatan ekonomi pemerintah juga akan berkurang sehingga kegiatan pembangunan pun akan terus menurun.


v  INFLANSI
inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya  secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.
Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun; inflasi sedang antara 10%—30% setahun; berat antara 30%—100% setahun; dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.
Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan (kelebihan likuiditas/uang/alat tukar) dan yang kedua adalah desakan(tekanan) produksi dan/atau distribusi (kurangnya produksi (product or service) dan/atau juga termasuk kurangnya distribusi). Untuk sebab pertama lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan moneter (Bank Sentral), sedangkan untuk sebab kedua lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan eksekutor yang dalam hal ini dipegang oleh Pemerintah (Government) seperti fiskal (perpajakan/pungutan/insentif/disinsentif), kebijakan pembangunan infrastruktur, regulasi, dll.


v  KETERKAITAN ANTARA PENGANGGURAN DAN IFLANSI

Di teori ekonomi makro, ada perdebatan klasik masalah inflasi dan pengangguran yang dikenal luas dengan Kurva Phillips (yang sebetulnya belum terbukti salah dan benar secara umum di semua ekonomi/negara),. Kurva tersebut menggambarkan adanya hubungan negatif antara laju inflasi dengan pengangguran: Laju inflasi tinggi, pengangguran rendah (dan output tinggi). Akan tetapi kebalikannya juga justru dapat terjadi yakni kenaikan harga-harga secara umum, yang dilihat dari laju inflasi akan menurunkan output (produksi nasional) dan dengan sendirinya meningkatkan
pengangguran. Hubungan inflasi, output dan pengangguran (tiga hal yang sangat sentral dalam kebijakan makroekonomi) sangat ditentukan oleh aggregat penawaran dan permintaan terhadap barang-barang dan jasa-jasa. Apabila aggregat permintaan meningkat, permintaan terhadap tenaga kerja akan meningkat (dengan sendirinya
pengangguran berkurang) dan produksi nasional juga meningkat (dengan sendirinya pertumbuhan ekonomi meningkat). Akan tetapi, sebaliknya kenaikan aggregat permintaan tersebut akan menaikkan harga-harga (meningkatkan laju inflasi). Ini yang dinamakan hubungan negatif inflasi dan pengangguran. Di tahun 50-an dan 60-an, hubungan negatif ini luas ditemukan di negeri maju seperti Inggris dan Amerika.
Bagaimana bila terjadi penurunan dalam aggregat penawaran terhadap barang-barang dan jasa-jasa? Penurunan penawaran dengan sendirinya berakibat pada “seolah” kenaikan dalam permintaan. Akibatnya harga-harga meningkat (inflasi meningkat).
Akan tetapi karena penawaran menurun ini berarti permintaan terhadap tenaga kerja juga menurun yang dengan sendirinya menurunkan produksi nasional. Akhirnya yang terjadi adalah inflasi tinggi dan pengangguran tinggi (dan pertumbuhan ekonomi
rendah). Ini yang luas terjadi di tahun 70-an ketika terjadi resesi ekonomi global.